Showing posts with label Japan-Culture. Show all posts
Showing posts with label Japan-Culture. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Siswi SMA Jepang Terimut Telah Diumumkan!

Siswi SMA Jepang bernama Riko Nagai yang berumur 18 tahun dari SMA di prefektur Aichi, telah terpilih sebagai “Siswi SMA Terimut di Jepang” dalam ajang “High school girl beauty pageant 2015 – 2016” yang digelar di Tokyo pada hari hari Selasa, tanggal 22 Maret yang lalu. Duo komedian NON STYLE, model Hana Imai, Ryuchell, dan Chisato Yoshiki (dikenal sebagai Chipopo) menjadi tamu istimewa di acara tersebut.


Seperti dikutip dari aramajapan.com, Siswi kelas 3 SMA yang memiliki nama panggilan “Rikopin” ini berhasil mengalahkan lebih dari 640.000 pendaftar dari seluruh Jepang yang para kontestannya dipilih melalui Shirayuki, mesin Purikura yang populer, antara Juli dan September tahun lalu. Dengan dinilai berdasarkan gaya, kemampuan menyanyi, menari, akting, berjalan di runway, dan berbagai kategori lainnya. para kontestan dipersempit menjadi 14 orang gadis. Rikopin pun menangis terkejut saat namanya dibacakan untuk kedua kalinya.
 


Wah, ada juga ya acara seperti ini di Jepang. Bagaimana dengan di sekolah kalian? Siapa siswi SMA terimut di sekolah kalian?




Sumber : www.japanesestation.com

Monday, March 28, 2016

7 Kebiasaan yang Dianggap Kasar di Negara Lain Tapi Lazim di Jepang

Ketika kalian berkunjung ke Jepang, mungkin kalian akan sedikit dibuat bingung dengan etika di sana. Karena di negara lain hal-hal seperti di bawah ini cenderung dianggap tidak sopan, tetapi di Jepang dianggap sudah lazim. Apa saja itu? Yuk kita baca di bawah ini!

1. Tidak memberikan uang tip


Jepang tidak mengenal sistem uang tip, bahkan memberikan tip kepada seseorang dianggap merendahkan harga diri orang tersebut. Memberikan tip dianggap menciptakan suasana tidak nyaman kepada pelanggan dan pelayan. Persamaan derajat semua pekerja tercipta di dalam industri pelayanan di Jepang dengan menerapkan kebiasaan tidak menerima uang tip. Hal ini menyebabkan industri pelayanan di Jepang menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

2. Menyampaikan makna secara tersirat


Orang Jepang tidak menyukai konflik dan keributan, dan mereka tidak menyampaikan keluhan secara terang-terangan dan cenderung tersirat. Walau kalian hanya bisa berbahasa Jepang seadanya pun, mereka akan memuji betapa bagusnya bahasa Jepang kalian. Bukan bermaksud berlebihan, tapi itu menunjukkan kesopanan mereka. Hal ini cukup membingungkan, karena di beberapa negara menyampaikan sesuatu secara tersirat dianggap tidak sopan.

3. Memotong pembicaraan orang lain


Apabila kalian melihat orang-orang Jepang sedang mengobrol, kalian akan sangat sering melihat mereka memotong pembicaraan orang lain dengan kata-kata seperti “Eh?”, “Souka“, atau “Hontou ni!”. Di negara lain hal ini merupakan sesuatu yang benar-benar tidak sopan, tetapi di Jepang perbuatan seperti ini adalah untuk menunjukan bahwa mereka sangat tertarik dengan pembicaraan yang sedang berlangsung dan ingin mengetahuinya lebih banyak.

4. Tidak menahan pintu yang terbuka untuk orang lain


Pada umumnya orang Jepang sangat jarang menahan pintu untuk orang lain, di Jepang mereka tidak mengenal istilah “pria harus menahan pintu untuk wanita.” Bukan berarti para pria Jepang tidak gentle, karena bagi orang Jepang menjadi gentleman tidak ada hubungannya dengan menahan pintu yang terbuka.

5. Makan dengan bersuara


Saat kalian memakan mie (ramen, soba atau udon), mengeluarkan suara sekeras mungkin di saat kalian memakannya adalah suatu penghormatan kepada orang yang telah membuat makanan tersebut. Kebiasaan ini sangat lumrah dilakukan oleh orang-orang Jepang. Bagi sebagian orang, mereka percaya bahwa makanan akan terasa lebih enak apabila kalian memakannya sambil mengeluarkan suara!

6. Mendorong orang di saat naik kereta


Terkadang kereta di Tokyo penuh sesak dengan manusia, dan terkadang meminta maaf setiap kali kalian mendorong seseorang di kereta akan sangat melelahkan.

7. Berteriak di restoran


Apa yang biasa kalian lakukan untuk memanggil pelayan di saat kalian berada di restoran? Kalian cukup berteriak “Sumimasen!” dengan suara yang keras, dan pelayan restoran akan tiba di meja kalian dengan segera.

Apa kalian pernah melihat orang Jepang melakukan kebiasaan-kebiasaan ini secara langsung?



Sumber : www.japanesestation.com

Friday, May 22, 2015

4 Kebiasaan Positif yang Biasa Dilakukan Orang Jepang

Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara trendsetter yang kerap mempengaruhi perkembangan berbagai bidang, baik itu teknologi, otomotif, fashion, hingga kebiasaan mereka sehari-hari. Poin yang terakhir disebutkan tadi merupakan salah satu kekuatan Jepang yang mampu membuat masyarakatnya disegani oleh mata dunia. Ya, mereka memang dikenal memiliki berbagai kebiasaan yang mengagumkan. Bahkan, beberapa kebiasaan positif yang mereka terapkan sejak bertahun-tahun lamanya dapat menginspirasi banyak orang di dunia ini. Lantas kira-kira, apa saja kebiasaan-kebiasaan positif orang Jepang yang menarik untuk disimak? Yuk, ikuti ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Mempertahankan Bahasa Mereka
Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara di Asia yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris buruk. Namun mereka dikenal sebagai bangsa yang begitu kekeuh mempertahankan bahasa lokal mereka sendiri. Bahkan, apabila para wisatawan di berbagai tempat umum seperti supermarket hingga stasiun berusaha berbicara menggunakan bahasa Inggris, mereka tetap sering membalasnya dengan berbicara dalam bahasa Jepang. Bahkan biasanya, siswa-siswa dari negara asing yang tengah menjalani studi di Jepang sampai harus mempelajari bahasa Jepang secara intensif.

2. Santun Di Jalanan

Masyarakat Jepang juga dikenal sebagai bangsa yang santun. Saat berada di jalanan, orang-orang yang menyebrang dapat menyebrang dengan tenang dan aman lantaran tak ada gangguan dari lalu lalang kendaraan bermotor yang tetap berjalan walaupun traffic light telah memperlihatkan tanda berhenti. Bahkan, mobil tak akan berjalan mendahului sepeda motor, sedangkan sepeda motor tak akan berjalan mendahului sepeda dan para pengendara sepeda tak akan mendahului pejalan kaki. Selain itu, membunyikan klakson di jalanan Jepang berarti menunjukkan adanya bahaya atau pada kondisi-kondisi genting saja. Dan di luar kondisi tersebut maka para pengguna kendaraan bermotor dilarang membunyikan klakson. Tak hanya itu, suasana jalanan di Jepang pun tak seberisik di negeri kita.

3. Gemar Berolahraga











Tahukah Anda? Ternyata, masyarakat Jepang merupakan tipikal orang yang gemar berolahraga. Bahkan, mereka kerap berolahraga saat cuaca luar rumah tengah dingin atau hari masih malam. Saat itu, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan berjoging di sekitar rumah mereka. Kebiasaan berolahraga tersebut tak hanya dijalani oleh muda-mudi saja namun juga oleh orang-orang yang telah berusia lanjut. Biasanya, para lansia akan mengajak anjing peliharaan mereka untuk berjalan-jalan di taman-taman yang tak jauh dari kediaman mereka. Selain jogging, rata-rata masyarakat Jepang lebih memilih untuk mengisi waktunya dengan bermain baseball.

4. Menerapkan Budaya Mengantri


Jepang dikenal sebagai negara yang begitu menerapkan budaya mengantri untuk seluruh urusan yang mereka butuhkan. Bahkan, mereka melakukannya dengan penuh kedisiplinan. Uniknya, budaya mengantri ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda di setiap kotanya. Di Osaka misalnya, orang-orang yang benar-benar terburu-buru dipersilahkan untuk menggunakan eskalator di sisi kiri, sedangkan orang yang tak terburu-buru diharuskan untuk menggunakan eskalator di sisi kanan. Lain halnya dengan di Tokyo dan beberapa kota lainnya yang mengharuskan pengguna jalan berjalan di sebelah kiri apabila tengah tak terburu-buru. Sedangkan orang yang tengah terburu-buru diharuskan berjalan di sisi kanan. Uniknya, orang Jepang pasti akan merasa menyesal jika ia menghalangi jalan orang lain.



Sumber : www.japanesestation.com